Assalamu’alaikum Warahmatullahi WabarakatuhAssalamu’alaikum Warahmatullahi WabarakatuhPuji syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah banyak melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, serta nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua, baik nikmat dzohir maupun nikmat batin, terlebih nikmat tetap iman dan tetap Islam. Semoga kita semua termasuk dalam naungan ridlo-Nya. Amiin…Sholawat serta salam kita haturkan keharibaan Baginda Habibillah Muhamad Rasulillah Saw. yang telah mengajak dan membawa kita, menuntun dan membimbing kita, mengarahkan dan menunjukkan kepada kita jalan yang benar, jalan yang diridlai Allah Swt. yakni dinul Islam. Semoga dan mudah-mudahan kita semua kelak tergolong daripada umatnya yang senantiasa memperoleh syafa’atnya yang agung.
Amiin…Mengiringi terbitnya jurnal ilmiah ini kami atas nama dewan redaksi ingin menyampaikan sedikit banyak tentang latar belakang dan pentingnya mengkaji setiap ilmu yang ada, baik sebagai wacana ilmu pengetahuan maupun sebagai hikmah dan pelajaran.  Melalui jurnal ilmiah ini pula dapat memberikan motivasi dan melatih diri untuk senantiasa berkarya dalam mengumpulkan kajian-kajian penting terkait paradigma ilmu dan hikmah. Tentu, sumber istinbat (penggalian referensi) dan sumber keterangan yang diambil harus sesuai dengan dasar dan landasan keilmuan yang ada dalam disiplin ilmu tertentu, baik dari kutub al-Turots (kitab-kitab salaf klasik) ataupun diros al-Islamiah (buku-buku pelajaran Islam kontemporer).Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak sekali perubahan dan kemajuan yang mewarnai peradaban zaman dalam setiap aspek kehidupan manusia, terutama yang bersentuhan langsung dengan media informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan kemajuan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki peran dan bagian yang sangat penting sebagai sarana dan tuntutan manusia dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Bahkan fakta secara real membuktikan bahwa kondisi dan lingkungan di mana kita berada sudah menyatu dan mengikat begitu kuat seakan-akan tidak bisa lepas dari keduanya. Tentu pula hal ini juga tidak bisa lepas dan terhindar dari berbagai dampak pengaruhnya yang sangat luas dan masuk ke dalam setiap celah sendi kehidupan manusia, tidak terlepas apakah dampak tersebut positif ataukah negatif.Hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentu merupakan salah satu pilihan dan harapan bagi setiap orang tanpa terkecuali. Karenanya mereka meyakini dan menjadikannya sebagai instrumen penting yang dianggapnya dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Akan tetapi tanpa disadari oleh mereka terkadang lupa dan terlena oleh segala bentuk kemudahan dan kemajuan yang ada. Bahkan tidak terasa mereka juga mengabaikan terhadap prinsip dasar hidup dalam menjalani kehidupan di dunia ini secara fundamental.
Prinsip dasar hidup manusia menurut kebutuhannya tidak hanya tergantung pada urusaan materi secara lahiriahnya saja, akan tetapi juga butuh terhadap ketenangan jiwa secara batiniah. Oleh karenanya manusia harus dapat menyeimbangkan hidupnya baik lahir maupun batin. Maka diperlukanlah suatu keseimbangan dan kesetaraan antara kemampuan ilmu pengetahuan yang ditunjang oleh iman dan takwa, agar manusia tidak hanya mapan dibidang intelektualnya saja akan tetapi juga mapan dibidang spiritualnya, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab hidupnya dengan baik dan sempurna sesuai dengan rambu-rambu, nilai dan norma hukum yang ada.Banyak sekali ilmu pengetahuan (scient) yang dapat kita ketahui melalui  berbagai macam cara dan informasi yang disajikan, mulai dari yang sederhana bentuknya seperti buku bacaan, majalah, surat kabar, artikel (karya tulis) termasuk jurnal ilmiah dan lain sebagainya hingga yang sempurna model dan bentuknya seperti media cetak, elektronik dan komputer.Dalam kontek yang sama peran akademisi pendidikan sangat penting untuk bisa mewakili dan merefresentasikan keadaan yang terjadi dalam memberikan informasi seputar dunia ilmu baik yang terkait dengan pengetahuan maupun hikmah.Termasuk diantaranya adalah sekolah perguruan tinggi Ma’had ‘Aly Al-Fithrah Surabaya yang senantiasa ikut berpartisipasi dalam mewujudkan langkah-langkah strategis untuk mensyiarkan dan membumikan ilmu pengetahuan serta hikmah di tengah-tengah lembaga pendidikan pesantren, kampus maupun masyarakat umum.
Dalam rangka untuk mengembangkan misi keilmuan tersebut di atas sekolah perguruan tinggi Ma’had ‘Aly Al-Fithrah Surabaya telah berupaya untuk melakukan terobosan baru dengan menerbitkan jurnal ilmiah yang diberi nama jurnal putih. Dengan terbitnya jurnal putih yang dikeluarkan oleh sekolah perguruan tinggi Ma’had ‘Aly Al-Fithrah yang kita baca ini adalah sebagai bentuk upaya dan usaha untuk membuka ruang publikasi yang dapat memberikan layanan informasi terkait khazanah ilmu pengetahuan dan hikmah.Maksud dan tujuan serta harapan diterbitkannya jurnal putih ini bukanlah karena adanya kepentingan tertentu. Akan tetapi lebih penting daripada itu adalah sebagai wadah untuk menampung dan mengakomodir setiap hasil karya ilmiah sivitas akademisi yang dapat memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi seluruh umat dan pecinta ilmu dimanapun berada. Lain daripada itu yang tidak kalah pentingnya lagi adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi diri agar mampu kreatif dan produktif dalam berkarya serta menambah wawasan keilmuan yang dimiliki. Jurnal Putih hadir sebagai salah satu pilihan di antara banyaknya buku bacaan, yang meliputi berbagai ulasan tentang kajian ilmu pengetahuan dan hikmah.Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal Putih memiliki sifat, karakter serta nuansa yang has dan berbeda dari jurnal ilmiah lainya. Hal ini karena jurnal putih mengandung dua dimensi laksana dua sisi mata uang yang berbeda akan tetapi tidak bisa terpisahkan keduanya.
Dua dimensi tersebut adalah sisi ilmu pengetahun dan sisi hikmah. Dikatakan bahwa tidak cukup seseorang yang memiliki ilmu (‘Alim) sekalipun setinggi langit jika ia tidak merasakan ilmu hikmah. Karena kenikmatan ilmu (ladzatal ilmi) pada hakikatnya adalah terletak pada rasa intisarinya ilmu tersebut yaitu hikmah, sebagaimana yang dimiliki oleh para ahli al-Hukama (Auliya al-Shalihin).Dalam istilah yang familier penyebutan nama atau sesuatu tentu tidak lepas dari pengertian yang ada secara definitif termasuk “Jurnal Putih”, di mana istilah ini mengandung dua pengertian yang dapat diangkat untuk menjelaskan makna yang dimaksud menurut kerangka teori yang berlaku sebagai landasan pengetahuan. Sehingga makna pengertian yang tersirat di dalamnya menjadi penguat terhadap kata atau ungkapan yang kental dan dianggapnya tidak asing.Pertama, secara harfiah “Jurnal Putih” memiliki arti inisial pada setiap hurufnya yang membentuk kata putih yang artinya kumpulan pengetahuan tentang ilmu dan hikmah. Hal ini tidak berarti diartikan dalam bahasa sempalan sebagai buku aliran putih, karena dalam kontek ini tidak ada kaitannya dengan macam varian ilmu hitam dan putih. Kedua, secara etimologi “Jurnal Putih” memiliki makna filoshofis yang identik dengan sarat makna yang positif.
Dan dalam bahasa tashawuf warna putih adalah simbol kebersihan dan kesucian jiwa untuk menerima cahaya ilmu dan hikmah dari Allah Swt. Maka dengan demikian, jika difahami secara seksama dari pendekatan dua unsur makna di atas dapat memberikan makna yang sesuai dan selaras dengan ungkapan kata al-Fithrah yang melambangkan kebersihan dan kesucian.Melalui mekanisme dan pendekatan-pendekatan bahasa serta makna yang berlaku tersebut kemudian membentuk suatu kata yang dapat memberikan pengertian yang sesuai dengan apa yang dikehendaki, bahwa gambar atau lambang al-Fithrah dari sudut maknanya mencerminkan dan mempresentasikan terhadap ilmu dan hikmah. Menurut pembendaharaannya perpaduan dua unsur antara gambar dan warna (lambang al-Fithrah dan warna putih) tentu telah menyatukan persepsi makna yang bersinergi. Atas landasan itu semua kemudian muncul sebuah intuisi yang kemudian menjadikannya sebuah nama “Jurnal Putih”.Sekian kata pengantar dewan redaksi. Semoga dan mudah-mudahan dapat memberikan hikmah, kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat serta menjadikannya sabab min asbabil futuh. Amiin, amiin Yaa Rabbal Alamiin……………………………Akhiru Qauli Hadza Wal ‘Afwu minkum Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Dewan Redaksi